Hipotesis Albert Einsten. .

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Warga Loa Bakung Sweeping kendaraan berat, himbau sopir agar tidak ugal-ugalan. .

Samarinda Warga loa bakung dibantu FMPL (Forum Masyarakat Peduli Lingkungan), yang bekerja sama dengan jajaran Polsek sungai kunjang melakukan aksi damai turun kejalan diruas JL.Jakarta, kelurahan Loa bakung, Samarinda, Sabtu (28/07/2012).

Peduli: Kecamatan Sungai Kunjang mendukung kota samarinda layak anak. .

Berbagai upaya yang telah ditempuh Pemerintah Kecamatan Sungai Kunjang di bawah kepemimpinan Camatnya Nurrahmani, SIP, MM. dalam merealisasikan prgram yang telah dicanangkan mulai menunjukkan hasilnya. .

Awas subliminal message ada disekitar kita. .

Mungkin tidak banyak yang mengetahui apa itu subliminnal message, karena istilah ini memang jarang diucapkan atau dibahas dalam kehidupan kita sehari-hari, pada dasarnya subliminal mesasage adalah suatu pesan yang diselipkan pada sebuah objek untuk mempengaruhi pola pikir audience (dalam pengaruh alam bawah sadar),

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNMUL peduli lingkungan. .

Samarinda, Jum’at 17 Desember 2010 mulai pukul 06.00 Wita, bertempat diareal parkir gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, sejumlah relawan yang terdiri dari para mahasiswa program study Ilmu Komunikasi berbondong-bondong memenuhi areal parkir tersebut, .

Selasa, 19 Juni 2012

Yang tersisa dari mu. .

video 

Dan aku bukanlah siapa-siapa hingga saat itu tiba
Dengan membawa sebuah harapan, akan janji kebersamaan
Kau hadir mengulurkan tangan kepadaku
Sama rasa sama rata, sebuah ungkapan yang menghapuskan keraguan
Untuk menyambut tanganmu bersama melangkah menghadapi masa depan


Kini aku ada disisimu hingga malam menyelimuti
Hingga yang tersisa hanya kegelapan
Aku akan selalu disimu, dan tetap disisimu
Sebagaimana janjiku dihari yang lalu, Jum’at dibulan November
3 tahun telah berlalu sejak saat itu, namun bayang-bayang tak juga hilang
Sedikit samar tergerus zaman, namun nostalgia indah
“Akan selalu terpatri dalam ingatan ku”
Saat air mata menjadi saksi, dua hati menjadi satu
Melebur dalam cinta kasih, menyisihkan perbedaan
Untuk setia dalam kebersamaan

Dan aku bukanlah siapa-siapa Hingga saat itu tiba
saat ungkapan tulus darimu mengetuk pintu hatiku
“Aku mencintaimu”
Sepatah kata dari bibir manismu, memecah keheningan pagi dibulan november
Membuat waktu serasa terhenti
Akupun terdiam, detak jantungku berdegup kencang
Air mata bahagia perlahan menetes membasahi pipi
Aku terisak oleh ucapanmu, kubaca ketulusan cinta hadir bersamanya
Aku terharu, tak banyak yang terucap
Hanya sebuah kata
“Indah”
Sebagai ungkapan untuk menggambarkan peristiwa waktu itu

Dan waktu terus berjalan, banyak yang berubah seiring dengannya
November demi November telah terlewati
Jangan sekali kau mengeluh, dan berkata “Ah”
Kemarilah, sambut tanganku
Bantu aku menyusun puzzle-puzle nostalgia masa lalu
Yang terserak oleh waktu, jangan biarkan apapun
Menghalangi kita untuk menggapai mimpi indah
Harapan suci, akan cinta yang kekal abadi

Waktu mungkin akan terus berubah
Seiring daun daun yang mengering dan ranting yang mulai rapuh
Diantara daun yang mengering dan ranting yang rapuh
“Aku hanya ingin kau tahu”
Bahwa kini aku masih disini mengharapmu
Ku jaga rasa yang dulu ada, kini, nanti, dan selamanya
Hingga waktu letih dengan perubahan-perubahan
Hingga daun berguguran, tergantikaan dengan daun-daun yang baru
Waktu tak akan merubah apapun tentang perasaan ku padamu
Karena kelangsungan waktu hanya sementara
Sedangkan cintaku kekal abadi. .


-Rahza Nawarid- 
 

Senin, 14 November 2011

14 November 2011

    Kembali kekamar sebuah rumah sederhana bewarna dasar hijau, setelah mengunci pagar dan memasukan sepeda motor keruang tamu, aku kembali keperaduan. Kembali memadu kasih bersama Komputer jinjingku, kali ini bukan untuk bermain game melainkan ingin menuangkan isi hati dalam tulisan, yah salah satu kegiatan sebagai sarana pengantar tidur, Bait demi bait kata ku coba rangkai hingga menjadi sebuah kalimat, dan kalimat-kalimat tersebut terangkai menjadi sebuah paragraph, dan begitu seterusnya.

    Menulis adalah salah satu kegiatanku untuk mencurahkan uneg-uneg dan menumpahkan semua hal yang ada dipikiran, hal tersebut biasa kulakukan disaat gamang, bahagia, sedih, gundah, aku biasa menuangkannya melalui kata-kata, dan kali ini aku ingin menuangkan perasaan bahagia sekaligus haru, bahagia dan haru karena apa?, yah, karena hari ini adalah 14 November 2011, mungkin bagi sebagian orang bukan sesuatu yang istimewa dibanding bulan dan tanggal fenomenal (11-11-11) yang baru saja berlalu, namun bagiku 14 November adalah hari yang paling bersejarah, hari dimana aku tersenyum bahagia dan juga meneteskan air mata karenanya, hari bahagia disaat ruang dan waktu tak jadi penghalang hadirnya cinta dalam kehidupanku, saat sosok bermata sipit itu membuatku tertegun, diam, hening, cintanya telah merasuk dalam aliran darahku, hingga aku kaku bisu, hanya menyisakan detak jantung yang berdegup semakin kencang.

   Bahagia, sosok bermata sipit, bisu, air mata, dan keheningan, adalah penyebab aku selalu mengingat tanggal 14 November, dan kini aku ingin mengingatnya kembali dengan cara yang berbeda, teruntuk kebahagiaan, air mata, dan keheningan dimasa lalu. Hanya melalui bait-bait kata dibawah ini aku mencoba mengenangmu. . 



Dan aku bukanlah siapa-siapa hingga saat itu tiba
Dengan membawa sebuah harapan, akan janji kebersamaan
Kau hadir mengulurkan tangan kepadaku
Sama rasa sama rata, sebuah ungkapan yang menghapuskan keraguan
Untuk menyambut tanganmu bersama melangkah menghadapi masa depan

Kini aku ada disisimu hingga malam menyelimuti
Hingga yang tersisa hanya kegelapan
Aku akan selalu disimu, dan tetap disisimu
Sebagaimana janjiku dihari yang lalu, Jum’at dibulan November
3 tahun telah berlalu sejak saat itu, namun bayang-bayang tak juga hilang
Sedikit samar tergerus zaman, namun nostalgia indah
“Akan selalu terpatri dalam ingatan ku”
Saat air mata menjadi saksi, dua hati menjadi satu
Melebur dalam cinta kasih, menyisihkan perbedaan
Untuk setia dalam kebersamaan

Dan aku bukanlah siapa-siapa Hingga saat itu tiba
saat ungkapan tulus darimu mengetuk pintu hatiku
“Aku mencintaimu”
Sepatah kata dari bibir manismu, memecah keheningan pagi dibulan november
Membuat waktu serasa terhenti
Akupun terdiam, detak jantungku berdegup kencang
Air mata bahagia perlahan menetes membasahi pipi
Aku terisak oleh ucapanmu, kubaca ketulusan cinta hadir bersamanya
Aku terharu, tak banyak yang terucap
Hanya sebuah kata
“Indah”
Sebagai ungkapan untuk menggambarkan peristiwa waktu itu

Dan waktu terus berjalan, banyak yang berubah seiring dengannya
November demi November telah terlewati
Jangan sekali kau mengeluh, dan berkata “Ah”
Kemarilah, sambut tanganku
Bantu aku menyusun puzzle-puzle nostalgia masa lalu
Yang terserak oleh waktu, jangan biarkan apapun
Menghalangi kita untuk menggapai mimpi indah
Harapan suci, akan cinta yang kekal abadi

Waktu mungkin akan terus berubah
Seiring daun daun yang mengering dan ranting yang mulai rapuh
Diantara daun yang mengering dan ranting yang rapuh
“Aku hanya ingin kau tahu”
Bahwa kini aku masih disini mengharapmu
Ku jaga rasa yang dulu ada, kini, nanti, dan selamanya
Hingga waktu letih dengan perubahan-perubahan
Hingga daun berguguran, tergantikaan dengan daun-daun yang baru
Waktu tak akan merubah apapun tentang perasaan ku padamu
Karena kelangsungan waktu hanya sementara
Sedangkan cintaku kekal abadi.

Hari ini 14 november 2011, Sedikit jawaban atas keraguanmu
Bahwa aku tak lupa, dan akan selalu mengingat peristiwa besar dalam hidupku
Bersama kenangan masa lalu yang coba ku hadirkan saat ini
Ku ucap “Happy Anniversary” untukmu yang jauh disana
Dalam doaku berharap
Semoga cinta kita tak luntur oleh sang waktu
dan kekal abadi dalam karunianya


Amien. .

----Mencoba mengenang masa lalu, jum’at 14 november 2008, dalam tangis bahagia dua insan yang mencoba berikrar untuk selalu sehati, seiya, dan sekata, semoga kasih sayang itu kekal abadi dalam karunia yang awal dan yang akhir----



Rabu, 09 November 2011

Senin Di bulan Oktober. .

      Mentari bersinar cerah pagi ini, cahayanya tampak diantara celah-celah dedaunan diperbukitan, burung-burung bernyanyi menyambut hangatnya pagi yang telah hadir  menggantikan dinginnya malam setelah diterpa hujan yang cukup lama, rupanya hujan deras semalam membuat siapapun menjadi enggan bangkit dari pembaringan, bersamanya menghadirkan udara dingin yang membuat semua orang ingin selalu bermanja ria bersama guling dan selimut hangat.

      Nampak disebuah kamar seorang pria masih terlelap, hangatnya pagi dan kicauan burung tak membuatnya kembali dalam keterjagaan, padahal dihari yang cerah seperti saat ini adalah  waktu yang tepat untuk memulai aktivitas, diantara mimpi indahnya hanya sebuah benda diatas meja yang berbentuk bulat mirip seekor kodok yang mampu menariknya kealam sadar, setelah  berbunyi cukup nyaring,  kring. .kring. .kringgggggggg. . suara itu akhirnya mengusik mimpi indah pria tersebut, sejenak membuka mata lalu mengambil benda bulat dari atas meja, dia tak sepenuhnya dalam keadaan sadar karena separuh jiwanya masih berkelana bersama mimpi indahnya, sambil mengusap mata untuk membuang rasa kantuk dia menatap kearah jarum jam, waktu telah menunjukkan pukul 08:30 WITA (delapat lewat tiga puluh menit).

     Saat itu juga matanya terbelalak seolah tak percaya, dibuangnya jam beker tersebut dan dia bergegas mengambil handuk menuju kekamar mandi, sekitar 10 menit dikamar mandi dan keluar dengan tergesa-gesa menuju kamar untuk berganti pakaian. Celana jeans belel dan hem hitam bergaris menjadi style-nya hari ini, terlihat tampan meskipun jalannya agak lantung seperti orang yang hilang harapan, dengan tergesa-gesa dia berlari menuju kuda besinya, saat melewati meja makan dia berhenti sejenak untuk menyambar telur mata sapi yang kebetulan tersaji dimeja makan. Belum juga habis mengunyah dia berlari menuju halaman, dihalaman sebuah motor GL-2000 berwarna hitam telah siap untuk ditunggangi, dengan cepat dia mengengkol dan bergegas menuju kampus, sebuah Universitas Negeri terkemuka dikota samarinda menjadi tujuannya hari ini, meskipun tidak rutin tapi setidaknya 3 kali dalam 7 hari (seminggu) dia selalu menyempatkan waktu menuju tempatnya menuntut ilmu selama ini, ditengah tugas akhir (baca skripsi) yang menghantui dia terpaksa mengulang beberapa mata kuliah disemester bawah sebagai kosekuensi kebodohan dimasa lalu, yah diawal semester jiwa-jiwa SMA yang suka bolos dan kenakalan lainnya masih melekat padanya, dan jiwa itu pula yang mengantarkanya pada kenyataan pahit yaitu “Mengulang Mata Kuliah” disemester bawah.

     Di sebuah Universitas yang tampak Asri, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik. Suasana terlihat lenggang, mungkin karena perkuliahan telah dimulai sehingga mahasiswa yang biasanya berlalu lalang tak lagi terlihat, setelah memakirkan motor pria itu bergegas menuju ruangan, ruang kelas bernomor 204 menjadi tujuannya. Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam dia bermaksud masuk kedalam ruangan, namun rupanya perkuliahan telah dimulai sejak 13 menit yang lalu atau dengan kata lain  “Terlambat”, seorang tua (maaf) berkepala botak berambut putih, dengan beberapa gigi yang telah tanggal termakan usia menghampirinya.

“Ada perlu apa?”, Tanya lelaki tua itu, yang tak lain adalah dosen mata kuliah pengantar sosiologi yang merupakan salah satu mata kuliah yang harus diulangnya.
“bolehkah saya masuk pak?” jawabnya, Saya mengambil mata kuliah bapak.
“Kenapa kamu terlambat”, kata dosen itu bertanya.
“Tempat tinggal saya jauh pak, dan lumayan memakan waktu”, jawab pria itu memberikan sedikit alasan, dan bukan untuk kali ini saja alasan tersebut dipergunakan, tempat tinggal yang jauh menjadi senjata pamungkasnya setiap terlambat, dan kadang alasan tersebut berhasil mengecoh dosen yang merasa iba.
“Rumah mu dimana”?, dosen itu penasaran.
“Rumah saya di loa bakung pak, tepatnya diperumahan korpri kecamatan sungai kunjang”,  jawabnya dengan wajah memelas seakan meminta dikasihani.

Loa bakung adalah sebuah daerah pinggiran dikota samarinda, dan jarak antara loa bakung dengan universitas tempatnya menuntut Ilmu memang lumayan jauh, saking jauhnya harus mendaki gunung lewati lembah (gambaran dalam bahasa lebay).
“Oh jauh juga yah, tapi bukankah diawal perkuliahan kita sudah sepakat siapa yang terlambat dilarang mengikuti perkuliahan?”, kata dosen itu lagi.

    Dosen pengantar sosiologi adalah salah satu dari sekian dosen yang yang tegas dan mengutamakan kedisiplinan, jadi tak perlu heran jika ada saja mahasiswanya yang menunggu diluar ruang kelas karena tidak dibolehkannya masuk, teringat minggu lalu Bunbun seorang mahasiswa berambut kribo dengan gaya rasta mania dan seorang lagi putra mahasiswa berbadan gemuk berkulit putih harus menunggu berjam-jam diluar ruang kelas hingga kelas bubar, berharap bisa membubuhkan tanda tangan pada daftar absen, namun usahanya sia-sia karena daftar absen telah dicoret oleh sang dosen sehingga mereka dianggap tidak masuk pada hari itu.

“iya pak, tapi menurut perjanjian waktu itu yang tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan adalah yang terlambat 15 menit atau lebih”, jawabnya tak mau kalah.
Sambil melihat jam ditangan kanannya dosen itu menatap kearah mahasiswanya yang terlambat. “kamu tau jam berapa sekarang?”. dosen itu sedikit geram.
Tangannya masuk kedalam kantong dan mengeluarkan sebuah handpone, “ya saya tau pak, saat ini jam telah menunjukan pukul 09:55 menit”, jawabnya.
“Berarti kamu sudah telat 15 menit, perkuliahan dimulai pukul 09:40, jadi maaf mungkin lain kali aja kamu ambil mata kuliah ini, itu juga dengan catatan kamu gak terlambat lagi.
“Maaf pak, tanpa mengurangi rasa hormat  bapak telah melupakan sesuatu”.
“Apa itu?”, dosen itu penasaran.
“Saat saya tiba tepat didepan pintu ini, waktu baru menunjukan pukul 09:53 menit, itu sebelum bapak menyia-nyiakan 2 menit terakhir untuk mewawancarai saya, dengan kata lain sebenarnya saya tidak terlambat andai saja tadi bapak mempersilahkan saya masuk dan mengikuti perkuliahan”. Ujarnya membela diri.

Dosen itu berpikir sejenak, mengerutkan dahi dan melihat kearah tangan kanannya. Yang dikatakan mahasiswanya memang benar saat ini jam telah menunjukan pukul 09:55 menit dan 2 menit yang lalu masih menunjukan pukul 09:53 menit. (kurang dua menit untuk divonis terlambat sesuai kesepakatan).

“Ckckkc. .ckckck, Dasar mahasiswa Ilmu Komunikasi kalau udah ngomong aja pinter, tapi yang kamu bilang ada benernya juga, ya udah kalau gitu silahkan  masuk”, kata dosen itu menyadari kekeliruannya meskipun dalam hati sebenarnya dia tak ingin mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan.

    Sebagai dosen sosiologi, yang sering mengajarkan tentang ilmu filsafat (kebijaksanaan) sebagai induk dari ilmu pengetahuan, dosen tersebut selalu berusaha bijaksana dalam menyikapi sesuatu meskipun hatinya berkata tidak, dan usaha untuk menjadi bijaksana itulah yang akhirnya menyelamatkan mahasiswa tersebut sehingga bisa mengikuti perkuliahan.

“Terima kasih pak”, katanya sambil menggaruk-garuk kepala bergegas menuju kursi kosong disudut ruangan.
“Eh kamu yang terlambat”, kata dosen itu.
Sambil menoleh kekanan dan kekiri, hingga dia sadar bahwa dirinyalah yang dimaksud.
“Saya pak?”, jawabnya sambil mengacungkan jari
“Iya kamu, siapa lagi”,Arrrghhh. . dosen itu geram.
“Iya pak, ada apa pak”? jawabnya lagi.
“Sebutkan nama dan NIM (Nomor Induk Mahasiswa)”.
“Ehmmm, Nama saya Dirawan Azhar pak tapi teman-teman biasa memanggil saya Dira, NIM saya 0802055112”.
“Dira peringatan buat kamu, Mulai minggu depan jangan telat lagi, usahakan berangkat lebih awal supaya kamu masuk perkuliahan tepat waktu”, kata dosen itu menasehati.
“Baik pak, Insya Allah saya usahakan supaya masuk perkuliahan tepat waktu”, jawab dira menyanggupi.
“Baiklah kita lanjutkan pembasan yang sempat tertunda, buka buku kalian halaman 24”, kata dosen itu melanjutkan pembahasan materi kuliah.
“Anggun”, kata dosen itu memanggil salah satu nama mahasiswinya.
“Ya pak, hadir” jawab anggun yang kebetulan duduk dibarisan kursi paling depan.
“Tolong baca Bab 1 dihalaman 24”, tentang sejarah sosiologi.
“Baik pak, istilah sosiologi sebagai cabang ilmu sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuan perancis bernama Auguste comte pada tahun 1842, yang kemudian Auguste Comte  dikenal sebagai bapak sosiologi dunia. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir dieropa karena eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial”.

Ehm, ehm. . anggun berhenti sejenak mencoba menghela nafas dan kemudian melanjutkan kembali.

“Para ilmuan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradapan manusia”. (Sumber Wikipedia).

“Ya cukup anggun, setelah membaca tentang sejarah sosiologi kita mendapatkan kesimpulan bahwa Ilmu sosiologi dicetuskan pertama kali oleh Auguste Comte seorang ilmuan yang berasal dari perancis”, kata dosen itu menyimpulkan.
“Dalam sosiologi comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan pada perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan, dalam sosiologi aguste comte. . bla . . bla. . bla . .” dosen itu menjelaskan panjang lebar tentang teori comteisme.

    Seorang yang duduk disudut ruangan yang tak lain adalah dira, mahasiswa yang mendapat wejangan karena terlambat terlihat khusyuk mendengarkan penjelasan dari dosen tersebut, dia tertarik kepada sosok comte bukan karena teori-teorinya, namun tertarik pada kebenaran sejarah. Ada pertanyaan dalam benaknya.

     Dunia mendaulat aguste comte sebagai bapak sosiologi dunia karena konon dialah yang pertama kali mencetuskan tentang ilmu sosiologi.
apakah pernyataan tersebut benar”?
    Bukankah jauh sebelum masa agus comte tepatnya pada abad ke-8 seorang ilmuan dari Tunisia yang bernama Ibnu Khaldun telah terlebih dahulu mencetuskan tentang kaidah-kaidah sosiologi maupun hal-hal yang berkaitan dengan ilmu sosial, lantas mengapa justru Auguste comte yang didaulat sebagai bapak sosiologi dunia bukannya Ibnu Khaldun?

"Apakah karena sejarah itu berkembangnya didunia barat sana, sehingga orang barat berhak menentukan sejarah?".

"Atau memang ada factor-faktor lain yang membuat seorang Auguste comte memang layak didaulat sebagai bapak sosiologi dunia?”. Tanyanya dalam hati penasaran kepada kebenaran sejarah.
    Ibnu khaldun adalah pemikir dan ilmuan besar dari Tunisia, pada tahun 732 H jauh sebelum masa Auguste Comte dia telah terlebih dahulu mencanangkan gagasan mengenai ilmu sosial, salah satu tesis Ibnu Khaldun yang sering dikutip adalah “Manusia bukanlah produk nenek moyangnya, namun merupakan produk-produk kebiasaan sosial”. 

    Karya Ibnu Khaldun yang terkenal adalah Al-muqadimah, dalam buku tersebut seluruh bangunan teorinya tentang ilmu sosial, kebudayaan, sejarah, dan dalam buku tersebut menyatakan bahwa kajian sejarah haruslah melalui pengujian-pengujian kritis.

Ditangan ibnu khaldun, sejarah menjadi sesuatu yang rasional, factual, dan bebas dari dongeng, ibnu khaldun juga membahas peradaban manusia , hukum-hukum kemasyarakatan dan perubahan sosial, dan pemikiran-pemikirannya telah berpengaruh hingga saat ini, sederet pemikir barat terkemuka seperti George wilhem friedrich hegel, Robert flint, Arnold yoynbee, Ernest Geliner, Franz Rosenthal, dan Arthur Laffer mengagumi pemikirannya. (Sumber Wikipedia).

     Disaat mahasiswa yang lain hanya mengiyakan saat didoktrin dengan teori-teori Comte, Dira masih sibuk menganalisisnya dalam hati, rasa penasaran terhadap pertanyaan-pertanyaannya itu akhirnya mendorongnya untuk menanyakan langsung kepada dosen sosiologinya, namun usahanya itu kandas karena saat ia hendak mengangkat tangan sang dosen terlebih dahulu mengakhiri perkuliahan kali ini dengan alasan ada keperluan.

     Akhirnya rasa penasaran itu belum juga terjawab, namun biarlah masa bodoh, disaat mahasiswa yang lain mulai terpengaruh dengan ajaran comteisme dia lebih memilih sebagai penganut Khaldunisme selama pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab.

“Ya kita akhiri pertemuan kali ini karena bapak ada keperluan tiba-tiba, assalamualaikum dan selamat siang”. Kata dosen itu sebelum meninggalkan ruang kelas.
“Walaikumsalam”, mahasiswa serentak menjawab salam.

Kelas pun menjadi riuh dengan suara mahasiswa yang membubarkan diri, dan ada juga sebagian lagi yang masih dikursinya untuk sekedar berdiskusi, mengobrol, maupun bergosip ria.

    Terlihat dira memasukan binder kedalam tas dan bersiap-siap meninggalkan ruang kelas, saat melewati pintu ruang kelas seseorang memanggilnya.
“Diraaaaaa tunggu. .!!!”, seorang perempuan berjilbab ungu dengan motif rajutan bunga memangil.
Dira pun berhenti melangkah dan mencari tahu asal suara yang memanggil namanya, dari arah belakang terlihat Anggun menghampirinya.
“Oh Anggun, ya kenapa nggun?” tanya dira.
“Jadikah kamu ngajukan judul skripsi hari ini dir?”, anggun balik bertanya.
“iya jadi, ini aku bawa formatnya, kamu bawa map pesananku kah nggun”?
“Yupz, ini mapnya ada ditas, yaudah langsung ke ruang dekan aja nyai udah nunggu disana”. Ajaknya.
“Ayo dah”, kata dira menuruti kemauan teman seperjuangannya itu, teman seperjuangan dalam menghadapi kenyataan pahit yaitu sama-sama harus  “Mengulang Mata Kuliah Pengantar Sosiologi” disemester bawah.

    Diruang dekan, terlihat kerumunan mahasiswa dengan masing-masing membawa map berwarna biru nampak menunggu antrian, satu persatu mahasiswa itu memasuki ruangan untuk meminta persetujuan atas judul skripsi yang diajukan, diantara mahasiswa yang mengantri terlihat seorang perempuan berjilbab hitam dengan tas lempang berbentuk monyet ikut mengantri.
“Nyaiiii. .” teriak anggun memanggil wanita bertas monyet tersebut.
Sontak dia menoleh kebelakang, mendapati anggun dan dira berjalan kearahnya.
“Gimana Ndut, udah ngajukan judul kah?”, Tanya dira kepada sahabatnya tersebut.

Ndut adalah panggilan persahabatan yang biasa digunakan untuk memanggil lidya. Berbeda dengan anggun yang biasa memanggilnya dengan sebutan nyai. (Nyai dasimah:Red).

“Iya udah ndul, ini lagi konsultasi matriks”, jawab lidya.
“Oh syukur deh, ini aku baru mau ngajukan  judul ndut, ehm. . kira-kira disetujui gak yah?”, Tanya dira.
“Gak tau juga ndul, satu-satunya cara supaya tau disetujui atau gak, mending konsultasi langsung deh”, jawabnya.

    30 menit menunggu akhirnya tiba juga giliran anggun, segera dia memasuki ruang dekan untuk meminta persetujuan atas judul skripsi yang diajukannya, 10 menit di dalam ruangan akhirnya dia keluar dengan senyum mengembang, ternyata judul yang diajukannya telah disetujui oleh dekan.

“Alhamdulillah yah”, katanya mengucap syukur.
Tiba giliran dira memasuki ruang dekan, setelah duduk dan menyerahkan map yang berisi surat pengajuan judul dia nampak tegang.

“Judul mu tentang apa?”, Tanya dekan.
“Dari tiga judul yang saya ajukan, dua diantaranya mengenai strategi komunikasi dan satunya lagi mengenai persepsi pak”, jawab dira.
“Strategi lagi, persepsi lagi, udah banyak lho yang meneliti tentang strategi dan persepsi, coba cari judul yang lain”, kata pak dekan sambil membuka map yang berisi surat pengajuan judul milik dira.

    Saat membaca judul lebih lengkapnya pada map yang telah diserahkan, dekan nampak berpikir sejenak. Rupanya dari tiga judul yang diajukan ada salah satu judul yang menarik perhatiannya.

“Hem, Strategi Komunikasi Muhammadiyah dalam rangka membangun loyalitas simpatisan, dari judul tersebut apa yang ingin diteliti”? dekan itu bertanya.
“Saya mengajukan judul tersebut karena saya tertarik untuk meneliti Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Organisasi Muhammadiyah, maksudnya dalam penelitian nanti saya ingin mencari informasi mengenai strategi-strategi (komunikasi) apa sajakah yang dilakukan oleh muhammadiyah sehingga mendapat simpati dari masyarakat luas serta mempertahankan loyalitas dari simpatisan yang sudah ada dalam rangka menggerakan peran serta masyarakat untuk mencapai visi maupun misi muhammadiyah, yaitu dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun amal usaha lainnya”. jawab dira.
“Yang ini aja kalau gitu”, kata dekan sambil melingkari judul urutan kedua yaitu mengenai strategi komunikasi muhammadiyah.
“Terima kasih pak telah menyetujui salah satu judul yang saya ajukan, assalamualaikum”,  kata dira setelah mengucap salam dan menyalami tangan dekan sebelum keluar dari ruangan tersebut.

    Diluar ruangan telah menunggu Lidya dan anggun.
“Gimana ndul?”, Tanya lidya
“Alhamdulillah juga yah, judul ku juga diterima, hha,. .sesuatu gitu. .”, jawab dira sambil bergurau menirukan kata-kata yang sedang ngetrend saat ini.
“Hha. .hha. . ada-ada aja kamu ini”, sontak lidya dan anggun tertawa bersamaan.
“Moga sukses yah buat kita semua, muga lulus dengan nilai bagus dan bisa jadi orang sukses”, kata dira.
 “Amiennnnn ya Allah”, lidya dan anggun mengaminkan.
“Yaudah aku mau mendaki gunung lewati lembah dulu yah, capek mau pulang trus istirahat”, kata dira sebelum meninggalkan dua srikandi sahabatnya tersebut.
“Ya hati-hati ndul”, lidya mengingatkan.
“Sipppp dah”. Jawab dira sambil mengacungkan jempol.

    Disebuah rumah sederhana bewarna dasar hijau, dengan pohon mangga dan sebuah kolam ikan dihalamannya, telah terpakir motor Gl-2000 bewarna hitam, rupanya siempunya motor telah kembali kekediamannya. Kamar berukuran 4 X 4 seakan menjadi surga setelah dibumbui rasa letih akibat aktivitas sehari penuh yang telah dijalani, inilah yang biasa dilakukan dira sepulang kuliah yaitu berkutat didalam kamar bercumbu dengan komputer jinjingnya untuk sekedar bermain game, menulis cerpen, maupun berselancar didunia maya.

    Saat asyik menggerakan mouse untuk membidik sasaran dalam game Counter Strike, tiba tiba suara hand pone berdering, sebuah nyanyian :
Palestina tak akan mati, palestina tanah suci
mujahid kecil beraksi tak akan pernah takut mati
hancurkan musuh mu, disana adik berjuang
hancurkan musuh gentarkan musuh
disana adik berperang tembaki musuh timpuki musuh
Al-aqsa tetap berdiri al-aqsa surga abadi
Mujahid kecil berlari hingga fajar menaungi, Dilelah malammu. 
Lagu dari grup band Al-Anshar beraliran Pop-Rock yang menjadi nada dering  handpone tersebut menghentikan gerak mouse, sebuah SMS dari seseorang menunggu untuk dibaca.

“Nanti bisa jemput kah?”, aku gak bawa motor tadi diantar sama ade indah”, sebuah pesan dari seseorang dengan nama kontak habibah bertanya.

“Iya Insya Allah bisa, jam berapa?”, dira membalas.
“Jam setengah 5 an lah, nunggu pulang kerja pokoknya”.
“Iya bisa kok, tunggu aja yah nanti”, dira menyanggupi.
“Iya”, kata seseorang dengan nama kontak habibah itu mengakhiri perbincangan.

    Pukul 16:30 WITA, perjalanan dari perumahan KORPRI menuju Jl.wiratama memakan waktu 15 menit, dibawah pohon beringin didepan rumah besar yang tak lain adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Adversting dan konsultan, dira memarkir motor untuk menunggu seseorang, Segera ia mengirim pesan untuk memberitahukan bahwa dia sudah ada didepan.

    Dari dalam rumah seorang wanita bermata sipit berkulit putih, mengenakan baju coklat dengan motif batik menghampirinya, yah sebut saja dia nisa, nisa adalah wanita yang berhasil merebut hati dira dan hampir 3 tahun ini menjalin hubungan dengannya. Entah bagaimana hubungan itu bisa terjalin tapi yang pasti membutuhkan proses yang cukup lama, dalam kurun waktu hampir 3 tahun menjalin hubungan telah banyak hal yang telah dilalui bersama baik dalam suka maupun duka. Dan apapun yang terjadi sebisa mungkin keduanya mempertahankan hubungan tersebut.

“Udah lama yah nunggu? Ujar nisa.
“Gak kok, baru aja nyampe”. Jawab dira sedikit kaget karena tiba-tiba nisa menyapanya dari belakang.
“Temenin cari gorengan dulu yah”, kata nisa sambil naik keatas motor.
“Iya, mau beli gorengan dimana”?
“Yang tempat ka yadi biasa beli itu nah, dijalan M.yamin deket Ramayana”, kata nisa menunjukan tempat.
“Siap deh bos ku”, sambil mengengkol motor bergegas menuju TKP.

    Ditepi jalan, diantara megahnya super market ada sebuah warung tanpa atap dengan menu utama gorengan, meskipun hanya berupa warung kecil dipinggir jalan dengan pohon sebagai peneduh dari panasnya matahari sore nyatanya warung tersebut cukup ramai dikunjungi pembeli, karena konon gorengan yang ditawarkan cukup enak dan sudah terkenal diseantreo jagad penikmat gorengan. Ramainya warung gorengan ini bersifat kontras dengan gedung megah didekatnya, meskipun mempunyai tempat yang besar mall diseberang sana tidak cukup ramai dikunjungi jika diukur berdasarkan kapasitasnya. Bayangkan seandainya penjual gorengan itu mempunyai tempat disalah satu lapak dalam mall , mungkin mall tersebut akan ramai dikunjungi, karena mau tidak mau para penikmat gorengan akan berkunjung ke mall itu untuk sekedar membeli gorengan. Hha. . pikiran bodoh, mana ada Gorengan go to Mall, kalau pun ada harganya sudah 3X lipat dari harga biasanya, rupanya Tuhan mempunyai maksud tersendiri menempatkan warung gorengan itu tetap didipinggir jalan, yaitu untuk menjaga warung gorengannya tetap laris diburu oleh para penggemarnya. Terutama penggemar-penggemar berkantong cekak.

    Dari warung gorengan terlihat nisa menuju kearah dira yang menunggu diseberang jalan dengan satu kresek penuh berisi gorengan.
“Ayok kita pulang”, kata nisa.
“ayok”, dira menimpali.

    Jl. Anggrek panda 5 tepat diujung jalan yang masih buntu karena proyek pengurukan jalan belum juga selesai setelah sekian lama tanahnya berlumpur akibat irigasi yang kurang baik, ada sebuah rumah sederhana. Sebenarnya Arsitektur dari rumah tersebut cukup bagus namun sayang bangunan itu belum rampung sepenuhnya, tampak depan masih ada bagian yang berupa rangka bangunan, meskipun begitu rumah tersebut  masih terlihat kokoh setelah sekian lama proyek pembangunannya terhenti.

    Didalam rumah, 5 orang yang terdiri dari 2 wanita, 2 pria, dan seorang anak perempuan berumur kurang lebih 8 tahunan sibuk menyantap gorengan yang telah dibeli, masing-masing dari mereka adalah dira, nisa, indah (adik dari nisa), budi (kakak sepupu nisa), dan inul (ade nisa setelah indah).

“Hem, enak yah tempe basahnya aku suka”, kata nisa mengawali perbincangan sambil menyantap tempe goreng dengan ukuran tebal yang dalam proses penggorengannya tidak terlalu lama sehingga menjadikan tekstur tempe kering diluar dan lembut didalam.
"Kalau aku suka tahu isinya, enak pakai tahu putih”, kata dira sambil mencolekkan potongan tahu berisi sayuran dengan lapisan tahu putih diluarnya.
“Kalau aku gak suka dua-duanya”, kata budi yang memang tidak terlalu menyukai tempe goreng maupun tahu isi karena dia adalah pecinta sanggar (Pisang goreng).
“Yaiyalah gak suka”, kata dira dan nisa bersamaan yang memang mengetahui hal tersebut.

    Berbeda dengan nisa, dira, dan budi, indah dan inul nerimo-nerimo saja sehingga mereka tidak terlalu meributkan gorengan jenis apakah yang lebih enak.

    Puas menyantap gorengan, sebuah televisi berukuran 29 in menjadi perhatian kelimanya, tayangan komedi berjudul “Opera van java” seakan menjadi tontonan wajib. Opera van java adalah serial komedi yang tayang ditrans7, dengan dibintangi beberapa pelawak terkenal seperti Sule, Parto, Azis, Nunung, dan Andre.

“Bapakmu orang kutai yah”?, Tanya dira meniru lawakan ditelevisi sambil menatap kearah nisa.
“lho kok kamu tahu”?, jawab nisa.
“Iya aku tahu, karena kamu telah menegak kodekan hati ku”, kata dira mencoba melawak.
“Hha . . bisa aja”, kata nisa sambil tertawa.

    Dan gelak tawa terus terdengar selama acara komedi berlangsung, hingga tak terasa waktu cepat berlalu, kebersamaan itu pun berakhir seiring berakhirnya tayangan “Opera Van Java” ditelevisi.

   Dira mengeluarkan handpone dari sakunya untuk mengetahui jam saat itu,  mengetahui hari telah beranjak malam dia kembali memasukan handpone tersebut kedalam saku dan berdiri dari kursi tempatnya duduk.
“Aku pulang ya? udah malam” kata dira kepada nisa berpamitan.
“Hem :-(”, sepatah kata jawaban dari nisa dengan wajah cemberut seakan tak ingin berpisah.
Dira menatap wanita bermata sipit tersebut sambil menggelengkan kepala, karena merasa aneh dengan jawabannya.
“Besok bisa ketemu lagi tuh kalau ada waktu”, kata dira meyakinkan.
“Iya kah?, ya udah besok jemputin lagi kalau gitu, okeh, ;-)”, kata nisa sambil berdiri dari tempat duduknya.
“Ya siap bos kapanpun 24 jam siap antar jaga, ya udah kalau gitu aku pulang dulu yah udah malam”, ucap dira sambil berjalan menuju pintu.
“Ya, hati-hati ya yank”, jawab nisa sambil mengantar kedepan pintu.
“I Love You”, ucap dira sebelum melangkah pergi.
“I Love You too”, ucap nisa menimpali.

    Belum puas juga dari kejauhan dira menghentikan langkah dan berbisik.
“Forever”, sambil menuju kearah sepeda motornya.
Sambil tersenyum melihat kelakuan kekasihnya nisa menjawab.
“Forever too”, sembari menyaksikan kekasihnya berlalu dan akhirnya hilang dikejauhan.

Bersambung . .

Sabtu, 10 September 2011

Antara cinta dan sebuah kehidupan. .

Disebuah ruangan ku menyendiri, ditemani beberapa carik kertas sebagai bacaan untuk mengisi waktu, diruangan yang tak lebih dari 4x4 meter ini aku menghabiskan sisa libur semester yang tinggal 2 hari lagi, bersama lembaran-lembaran kertas tulisan dari seseorang yang kini menginspirasiku, aku mampu bertahan diruang sempit ini sedari pagi hingga sore untuk membaca bait-bait kalimat yang memiliki makna begitu mendalam, SubhanAllah, bait-bait pada lembaran kertas ini mampu membuat air mataku menetes, mampu menarikku kedunianya, perasaan ini seolah tertarik untuk memahaminya, memahami perasaaan seseorang yang telah menorehkan kisah hidupnya pada secarik kertas yang saat ini ada ditanganku.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Nikmatnya Berbagi Dengan Sesama. .

Samarinda, suasana berbeda tampak dipanti Asuhan Ruhamaa, Jl. Panglima suryanata RT.3 No.91, kelurahan air putih, Samarinda, Kamis (11/08/2011). Pasalnya sejak sore menjelang berbuka puasa terlihat puluhan mahasiswa universitas mulawarman tengah sibuk mempersiapkan menu untuk berbuka puasa bersama dipanti asuhan tersebut, tampak beberapa dari para mahasiswa tengah menurunkan bungkusan berupa snack dan nasi kotak dari mobil untuk dibawa masuk ke mushola yang terletak di halaman panti asuhan, didalam mushola telah menunggu 100 an orang yang terdiri dari para penghuni panti, staff, dan rombongan mahasiswa.
Suasana menunggu buka puasa didalam mushola panti asuhan

Jumat, 10 Juni 2011

Apakah Anda Seorang Psikopat? Cari Jawabannya disini. .

Bukan perkara mudah untuk mengidentifikasi seseorang adalah psikopat atau bukan, karena butuh pemeriksaan mendalam oleh psikolog. Namun jika dari 10 pernyataan berikut banyak yang sesuai, maka ada kecenderungan untuk menjadi psikopat.

Psikopat adalah "julukan untuk orang-orang yang mengidap psikopati, yakni gangguan kepribadian yang dicirikan dengan tidak adanya perasaan bersalah sedikitpun ketika melanggar sebuah norma maupun aturan. Psikopat juga identik dengan perilaku kejam dan tidak kenal takut".

Selasa, 19 April 2011

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Bersinergi Memerangi Wabah Ulat Bulu (Parodi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Reg A/08)

Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan konferensi pers pada hari ini, Senin, 18 April 2011, bertempat di Hotel majapahit Jl. Tunjungan 65-71. Surabaya.

Konferensi pers ini diadakan terkait wabah ulat bulu yang menyerang sebagian wilayah di Jawa Timur, Sebagaimana diberitakan, hama ulat bulu geger pertama kali di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ulat bulu ini menyerang desa di lima kecamatan yakni Kecamatan Leces, Tegal Siwalan, Bantaran, Wonomerto, dan Sumberasih.

 
Serangan binatang pemakan daun itu meluas ke daerah lain di Jawa Timur, yakni Bojonegoro, Jombang, Madiun, Pasuruan, dan Banyuwangi.
Menilik kejadian serangan ulat bulu, tahun 2011 ini merupakan puncak dari segala puncak serangan ulat bulu yang berjumlah jutaan (Jutaan Ulat Bulu Serbu Permukiman), dibandingkan dengan tahun 2009 lalu yang berjumlah ribuan saja.

Menurut Gubernur jawa timur sukarwo dalam konferensi persnya, Senin (18/4/2011). menjelaskan, “ulat bulu yang menyerang beberapa kota dijawa timur disebabkan oleh cuaca buruk yang terus terjadi. Para predator yang selama ini menjadi musuhnya, tidak mampu bertahan hidup dengan kondisi cuaca seperti itu”.
"Gubernur Sukarwo dalam konferensi persnya"


Wabah ulat bulu karena Faktor cuaca ini dibenarkan oleh Kepala Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Dr. Ir. Totok Himawan, Senin (18/4/2011). Dia menjelaskan “para pemangsa ulat bulu tidak mampu bertahan hidup pada cuaca ekstrim seperti saat ini, akibatnya rantai makanan terpotong, perkembang biakan ulat bulupun tak dapat dibendung”.

Totok mengungkapkan, ulat bulu akan berkembang biak secara cepat di lokasi hama itu bertelur. Jika dalam perkembangbiakkannya pada tanaman mangga. Secara pasti bersamaan sirkulasi pertumbuhan hama itu, jenis tanaman yang dihinggapi akan habis diserang. “Kalau disitu banyak mangga, ya tanaman itu yang habis diserang. Jika media pertumbuhan telah habis. Ulat itu akan berkeliaran,” ungkapnya. Selain anomali cuaca dan tingginya curah hujan, lanjut Totok, cepatnya perkembangbiakkan hama ulat bulu juga bisa disebabkan, karena tingginya penggunaan pestisida oleh petani. “Pemakaian peptisida yang berlebihan juga bisa mematikan predator, yang selama ini menjadi musuh hama tersebut,” tegasnya.

Totok menambahkan, “Ada namanya braconid dan apanteles, jenis predator yang biasa memangsa ulat bulu,” terangnya. Populasi ulat bulu dengan sendirinya, kata dia, tak terbendung. Seperti terjadi di wilayah Probolinggo. Kasus yang sama, sambung dia, bisa juga terjadi di daerah lain. “Matinya predator, bisa mengembangkan populasi hama. Dan itu bisa terjadi dimana-mana hingga merambah pemukiman penduduk”. sambungnya

"Ir. Totok Himawan kepala laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya malang"

Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Meminta warga Jawa Timur agar tidak panik, karena pemerintah Jawa Timur dan instasi terkait telah berupaya menanggulangi wabah ulat bulu ini, penanggulangan yang dilakukan tidak hanya dalam dalam jangka pendek tetapi juga dilakukan dalam jangka panjang, hal ini dilakukan agar wabah ulat bulu tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang, adapun penanggulangan dalam jangka pendek :

-Melakukan penyemprotan (Pestisida yang digunakan mengandung bahan aktif bakteri Bacillus thuringiensis yang aman terhadap lingkungan karena hanya mematikan ulat namun tidak mempengaruhi musuh alaminya)

-Menebang pohon yang sudah tidak produktif

-Mengumpulkan dan membakar ulat

Dan penanggulangan dalam jangka panjang , Masyarakat dapat membantu perkembangan parasitoid ulat bulu ini. Caranya, dengan mengumpulkan ulat bulu ke dalam botol plastik air mineral yang berisi daun dan menutupnya dengan kain kasa. Selama beberapa hari ulat bulu akan berubah menjadi kepompong. Jika kepompong berubah menjadi ngengat maka serangga tersebut harus dimusnahkan. Namun jika kepompong mengeluarkan sejenis lebah kecil maka serangga tersebut harus dilepaskan karena berfungsi sebagai parasitoid bagi ulat bulu.

Berbeda dengan kupu-kupu yang hidup aktif pada siang hari, ngengat merupakan binatang nocturnal yang hidup aktif pada malam hari. Karenanya, pembasmian ngengat dilakukan dengan membuat perangkap menggunakaan cahaya lampu atau petromaks pada malam hari. Lampu atau petromaks digantungkan di atas nampan plastik berisi air sabun. Ngengat yang tertarik pada lampu akan jatuh ke air sabun dan akhirnya mati, selain dengan cara ini masyarakat juga bisa membantu penanggulangan dalam jangka panjang, seperti mengembalikan siklus rantai makanan dengan melepas predator pemangsa ulat.


"Kepala Dinas Pertanian Drs. Wibowo Eko Saputra menjelaskan cara penanggulangan ulat bulu"

Dalam konferensi pers Senin 18/04/2011 juga hadir perwakilan masyarakat Bejo margono, dia menjelaskan keresahan yang timbul akibat wabah ulat bulu ini, “aktivitas masyarakat terganggu selama wabah ulat bulu ini menyerang, terutama para petani mangga, banyak pohon mangga yang harus ditebang karena sudah tidak produktif akibat daun yang ada pada pohon tersebut habis dimakan ulat, akibatnya para petani mangga didesa saya harus merugi”, ungkapnya, “besar harapan saya pemerintah dan dinas terkait segera mengatasi wabah ulat bulu ini secepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”, tambahnya.

"Bejo Margono, Perwakilan Masyarakat yang menjadi korban wabah ulat bulu"

Gubernur Sukarwo sebagai kepala pemerintah provinsi Jawa Timur berharap, agar wabah ulat bulu ini segera bisa ditanggulangi, “Semoga wabah ulat bulu ini segera bisa diatasi, dan semoga hal ini bisa menjadi pelajaran yang berharga dimasa yang akan datang, dan bisa membuat sadar masyarakat akan pentingnya bersahabat dengan alam dengan tidak memutus rantai makanan seperti tidak memburu burung pemakan ulat sebagai predator alami ulat bulu”, pungkasnya.

NB : Pers Realese diatas merupakan Simulasi Konferensi Pers Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait wabah ulat bulu yang menyerang daerah Jawa Timur dan sekitarnya, latar dan nama Tokoh sengaja disamakan agar Konferensi Pers ini seolah-olah nyata, Konferensi Pers ini diadakan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Reguler A/08, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. sebagai Tugas Mata Kuliah Media Humas yang dibimbing oleh ibu Silviana Purwanti.

-Rahza Nawarid-